Wilayah (Regionalisasi) Pertanian untuk Swasembada Beras dan Palawija serta Peternakan

palawija

Pangan pokok warga negara Indonesia adalah beras (padi). Disamping padi, masyarakat juga mengkonsumsi pala berbie … eh palawija.

Menurut wikipedia: Palawija (Sanskerta: phaladwija) secara harfiah berarti tanaman kedua. Berdasarkan makna dari bahasa Sanskerta, palawija bermakna hasil kedua, dan merupakan tanaman hasil panen kedua di samping padi. Istilah palawija berkembang di antara para petani di Pulau Jawa untuk menyebut jenis tanaman pertanian selain padi.

Tanaman pertanian yang bisa disebut sebagai palawija adalah:

Jagung, Sorghum, Kacang hijau, Kacang unggak,

Kedelai, Singkong, Kentang, Ubi, Gembili, Wortel, Mentimun,

Oyong, Kacang panjang dan Talas.

Swasembada beras secara teori mudah. Buat harga jual beras (gabah padi) yang menarik dan di sisi lain buat harga pupuk murah. Sekiranya selisih harga jual beras dan harga produksi (termasuk harga pupuk murah) cukup besar. Tentunya petani Indonesia akan berbondong-bondong menanam beras.

Jadi kalau selama ini beras sebagian kecil (besar) dar import ya artinya petani tidak tertarik menanam beras. Pemerintah tidak berhasil dengan program pertanian nya.

Yang sulit adalah bagaimana supaya dalam ekonomi pasar ini Pemerintah bisa menjaga supaya harga suatu komoditas pertanian tidak jatuh, supaya supply produk pertanian mencukupi tapi harga menarik buat petani.

Saya pernah menulis 1 Juni 2007 mengenai Wilayah Pertanian yang mengadopsi sistem tanam paksa. Dapat dicek di sini (situsnya sudah tidak ada):

http://web.archive.org/web/20090916135532/http://bangsabodoh.wordpress.com/2007/06/01/wilayah-regionalisasi-pertanian-untuk-menjaga-hasil-dan-harga-panen/

Wilayah (Regionalisasi) Pertanian di Indonesia

Wilayah pertanian maksudnya adalah wilayah dimana suatu produk pertanian dibolehkan/diwajibkan ditanami suatu produk pertanian pada suatu periode. Nah biar pembaca tidak bingung, gampangnya begini (ini misal saja):

– bawang merah hanya boleh ditanam pada tahun 2007 di Jawa Tengah dan Jawa Timur
– cabe hanya boleh ditaman pada tahun 2007 di Jawa Timur
– Kambing hanya boleh diternakan di Jawa Barat
– Kerbau hanya boleh diternakan di Jawa Timur

Dengan pengwilayahan ini maka diharapkan jumlah produksi suatu tanaman tidak berlebihan sehingga harga tidak terlalu jatuh.

Nah untuk tahun 2008 diubah misalnya sebagai berikut:
– Bawang Merah hanya boleh ditanam pada tahun 2008 di Jawa Barat
– cabe hanya boleh ditaman pada tahun 2008 di Jawa Timur

Jadi bergiliran. Apa bisa? Dahulu jaman kolonial Belanda, penduduk jawa barat dilarang menanam tebu, jadi produksi Tebu terkontrol tidak berlebihan, sehingga Belanda ketika menjual di Eropa tidak mengalami kerugian. Oh ya akibat peraturan ini, orang Jawa Barat sejak jaman Belanda hingga sekarang terbiasa minum teh pahit (tanpa gula). Jadi ketika saya dari Jawa Timur, datang ke Jawa Barat pada tahun 1990 saya menjadi kaget karena orang sunda biasa minum teh yang tidak manis…

Terus apa bisa wilayah pertanian ini diterapkan? Ya bisalah kan pemerintah punya tentara, yang tidak patuh ya tembak saja (maksud saya, rakyat harus patuh pada pemerintah).
Nah bagaimana dengan beras yang ternyata produksi nasional masih kurang, apakah harus dibuat wilayah terbatas penanaman beras? Tentu saja tidak, malahan dibuat suatu kebijakan bahwa wilayah A dan B misalnya, wajib ditanami beras pada suatu periode.
Apakah kira-kira pemerintah yang berkuasa saat ini sanggup menerapkan kebijakan diatas?

Wilayah Pertanian hanya bisa diterapkan dengan kekerasan (Stick) seperti Tanam Paksa (Cultuur Stelsel) VOC atau Negara Sosialis atau dengan iming-iming (Carrot) seperti di Amerika Serikat. Sedangkan di Indonesia Pemerintah hanya bisa “menyarankan” atau “menghimbau”. Ya cek saja contoh berita di bawah ini:

Musim Kemarau Tiba, Petani Diimbau Tanam Palawija Ketimbang Padi

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s