7 Tips Gratis Mengatasi Banjir Jakarta

Banjir (flood) atau genangan (inundation) di suatu tempat (Jakarta) terjadi akibat air yang masuk (in) lebih besar dari air yang keluar (out).

Pertama: Mendirikan Depatemen (badan) Khusus Gorong-Gorong di Jakarta jabodetabek

Dari 2007 saya sudah menulis di blog saya yang lain bahwa drainase di jakarta itu parah. Sekitar tanggal 7 Januari 2015 saya sudah email Pak Gubernur Ahok mengenai usulan saya ini.

Nanti saya posting ulang tulisan saya tahun 2007 itu.

Infonya air di bendungan katulampa bogor tidak naik, jadi banjir jakarta kemungkinan besar akibat buruknya drainase yang ada.

Blusukan ex Gubernur Jokowi ke dalam selokan, got dan gorong-gorong bagus, tapi seharusnya dilengkapi dengan catatan semua selokan dan gorong-gorong yang ada di Jakarta dan Jabodetabek yang mana yang mampet yang mana yang lancar.

Kedua: Bangun banyak kanal (sungai buatan) dan waduk reservoir

Sekiranya debit sungai jakarta terlalu besar, maka adanya banjir kanal dan waduk dan saluran buatan sangat membantu untuk mengurangi beban derita sungai-sungai yang ada. Sebagaimana sudah banyak dibahas, banjir kanal memang sudah dibangun (tapi belum selesai). banjir kanal terkendala pembebasan lahan.

Solusi:  Ini negara RI, ada densus 88, ada tentara TNI. Tembak yg gak mau digusur

“Pembenahan Banjir Jakarta Terkendala Pembebasan lahan”.

Yang ngomong Pelanggaran HAM HIM HUM … #mikir !

Wong tersangka teroris yang sebagian mungkin belum pasti salahnya apa, eh  langsung ditembak ditempat. Apalagi ini ada orang yang ngeyel tidak mau menjual tanah untuk pembebasan lahan untuk kepentingan pembangunan.  Ya tembak saja orang kayak begini, kalau tetap menolak diganti untung. Ngrusuhi saja. Tentunya ganti rugi harus menguntungkan selayaknya sewajarnya.

Ketiga: Perbanyak daerah resapan air

  • Bisa dilakukan dengan membatasi pembangunan mall, hotel, apartemen terutamanya di pusat kota.
  • Pada daerah tertentu buat underground tunnel.
  • Stop pembangunan Jakarta Water Front City

Keempat: perbanyak pompa air

Buat contingency plan sekiranya PLN mati dengan menyiapkan genset dan mobile genset, sehingga pompa akan tetap hidup terus sampai kiamat.

Kelima, kampung pulo dll dibuat pagar beton keliling supaya air tidak masuk

Jadi kampung pulo jakarta seperti benteng, air dari luar tidak bisa masuk ke dalam kampung pulo. Air yang tergenang di dalam langsung sedot dengan pompa. Mobil dan kendaraan tetap bisa masuk tapi pintunya diatur sedemikian rupa sehingga kalau banjir air yang masuk wilayah ini bisa dikontrol karena sudah dikelilingi beton anti bocor.

Pada musim kemarau  untuk pembuangan air sisa rumah tangga dikumpulkan di suatu tempat lalu disedot dengan pompa ke sungai.

Keenam, hutan daerah puncak Bogor harus dijaga

Hutan daerah puncah harus dijaga dan diperbanyak dengan tanaman yang meyerap banyak air.

Ketujuh, stop bicara nonsense

Menyalahkan PLN sebagai biang kerok banjir di istana tentunya hal yang sangat-sangat tidak cerdas. Dan jangan ditambah hal lebih aneh dan lebay lagi dengan menyarankan masyarakat yang tidak mau banjir supaya migrasi pindah ke Kepulauan Seribu.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s