Hikmah Positif ”Insiden” Gayus Tambunan” Kasus Korupsi Pajak


Pertemuan tak terduga antara Denny Indrayana dan Mas Achmad Santosa, dua anggota Satgas Pemberantasan Mafia Hukum dengan Gayus Tambunan di Food Court Lucky Plaza, Orchard Road, Singapura berakhir dengan indah. Gayus menyerahkan diri dan sekarang sedang menjalani pemeriksaan intensif di Mabes Polri.

Praktisi hukum, Adnan Buyung Nasution mengatakan, Gayus adalah saksi kunci makelar kasus pajak yang diduga melibatkan semua lini institusi peradilan. Oleh karena itu, Gayus harus berani mengungkap kasus mafia perpajakan serta didampingi kuasa hukum yang jujur dan bersih. Di sisi lain, penasihat Indonesia Police Watch Johnson Panjaitan mengkhawatirkan terjadinya negosiasi penanganan kasus antara Polri dan Gayus karena adanya dugaan keterlibatan perwira tinggi di tubuh Polri. Informasi terakhir, ternyata Gayus Tambunan tidak bergerak sendiri sebagai markus pajak. Penasihat Kapolri, Prof Dr Kastorius Sinaga mengungkapkan, Gayus ‘tergabung’ dalam sindikat mafia di Ditjen Pajak. Orang-orang dalam sindikat tersebut berasal dari berbagai unit dan fungsi di Ditjen Pajak.

Insiden Gayus Tambunan dapat diibaratkan sebagai cacat dalam penegakan hukum di Indonesia. Kasus ini membuka mata kita bahwa ternyata makelar kasus benar-benar terjadi di negara kita tercinta. Dalam kasus ini, terlihat bahwa mafia hukum dalam hal ini makelar kasus melibatkan oknum aparat pemerintah dari berbagai instansi. Hal itu sungguh memalukan sekaligus menjadi aib bagi kita semua. Terlebih lagi, setelah mendapat renumerasi PNS di lingkungan Kementerian Keuangan memiliki pendapatan yang lebih besar dari PNS di kementerian lainnya. Ternyata, pendapatan yang lebih besar dari PNS lainnya tersebut bukanlah jaminan mereka untuk tidak memperkaya diri dengan melakukan KKN. Satu hal penting yang perlu segera dibenahi adalah pengawasan internal di tubuh Kementerian Keuangan harus lebih diperketat dengan sanksi juga yang lebih berat. Dengan demikian, diharapkan tupoksi PNS sebagai pelayan masyarakat dapat terlaksana.

Kasus Korupsi pajak  Gayus tambunan tentu saja menjadi introspeksi bagi Kementerian Keuangan serta instansi pemerintah lainnya untuk melakukan pembenahan di segala sektor. Celah-celah yang memungkinkan oknum berbuat KKN harus dihapuskan. Tentunya penegakan hukum pun harus dilaksanakan tanpa membeda-bedakan kedudukan atau jabatan. Peran masyarakat dibutuhkan dalam mengawasi dan bukan terlibat atau malah mengiming-imingi oknum pejabat. Ingatlah pepatah Jawa “becik ketitik, ala ketara”.

Sumber: Politikana.com

** Sekiranya seandainya anda adalah gayus tambunan, jika kalau anda menjadi gayus tambunan? apa yang anda lakukan?

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s