Sebaiknya Infotainment Diatur dan Ditertibkan

Dalam 5 hingga 7 tahun terakhir pertelevisian Indonesia memasuki babak baru dengan munculnya acara infotainment.

Segala macam kisah artis baik yang bersifat pribadi maupun umum masuk ke ruang pribadi masyarakat melalui jendela televisi ditonton oleh bayi hingga kakek nenek, nyaris tanpa pertimbangan apakah berita tersebut pantas disebarluaskan atau tidak.

Di satu sisi pemilik TV Swasta umumnya juga nampaknya masak bodoh dengan “bodoh” tidaknya acara infotainment yang mereka beli “. Pokoke murah (cuma Rp.50 juta per episode ?) dan laris manis ditonton.

Saya pernah lihat di TV acara tentang aksi Paparazi di London. Nah si Paparazi rela nunggu 24 jam berkordinasi dengan Teman-Teman Paparazi yang lain demi mengetahui keberadaan seorang artis yang sedang naik daun atau artis yang sedang “bermasalah”. Kemudian ada adegan dimana seorang selebriti cantik yang pakai rok difoto bagian dalam roknya dengan kamera yang disodorkan para Paparazi ini dari belakang / bawah rok. Aje Gile si artis enggak marah dan tidak ada rasa sungkan pada paparazi ini !!!

Mungkin “paparazi” nasional juga sudah tahu mengenai aksi paparazi internasional ini. Hanya saja kalian ini kan di Indonesia, kalau mau wawancara ya ijin dulu. Jangan main uber seolah para artis indonesia tidak berhak atas privasi.

Satu contoh, yang sedang bermasalah Rahma Azhari, yang diuber kok Sarah Azhari. Sampai si Sarah naik pitam dan kabarnya melempar sepatu.Atau adegan emaknya seorang artis yang marah dan nangis seperti “kesurupan”.

Ada satu hal menarik dari Wartawan Infotainment lokal ini, kalian dengan tanpa sungkan dan kadang meninggalkan sopan santun menguber-uber dan mengganggu seorang artis. Begitu si artis marah baik memukul, melempar maupun memaki eh tiba-tiba kalian menjadi kumpulan orang-orang yang beradab dan meminta keadilan. Di mata saya kalian terkesan merengek-rengek sebagai orang yang merasa dizalimi dan minta dihormati. Malu-maluin saja!

Buat Pemerintah:

– Mohon diatur supaya acara infotainment ini tayang pada jam tertentu misal pukul 09.00-11.00 atau 21.00-24.00, supaya tidak ditonton sebagian besar anak-anak

– Mohon supaya setiap pukul 18.00-20.00 setiap stasiun TV wajib menayangkan acara pendidikan minimal satu jam sehari.

Buat Komisi Penyiaran Indonesia, nih ada PR Pak…. (Ngapain aje lu!)

Sumber opini gw di Politikana.com

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s