Hukum Rajam tidak ada dalam AlQuran, lalu Mengapa Nabi Muhammad Pernah Memerintahkan Rajam Pelaku Zina?

null

Ya memang betul bahwa aturan Hukum Rajam ternyata tidak terdapat di Al Qur’an. Dalam Alquran hanya memuat hukuman cambuk (dera) :

“Perempuan yang berzina, dan laki-laki yang berzina, maka deralah keduanya, ( masing-masing ) seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya, jika kamu beriman kepada Allah dan hari akhir, dan hendaklah pelaksanaan hukuman mereka, disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang beriman “
(QS. Al-Nur (24) ayat 2).

Cuma ada satu hal tersirat sbb:

Dalam Taurat dan Injil diceritakan bahwa Umat Yahudi menerapkan hukum rajam kepada para pelaku zina. Dalam Alquran terdapat ayat pada surat (90) ‘…Sabihisma..’ bahwa Isi Alquran adalah sebagaimana kitab-kita suci sebelumnya, Shuhuf Ibrahim dan Musa. Apakah ini bisa jadi dasar bahwa rajam sebenarnya diatur tersirat dalam Alquran? Hmm gue pinter juga ya …

null

Terus kenapa pada suatu hadist terdapat kisah Nabi Muhammad memerintahkan hukum rajam kepada Pelaku Zina?

“ Seorang lelaki mendatangi Rasul lalu berkata, “ ya Rasul saya telah berzina “, tapi Rasul tidak menghiraukan dan memalingkan muka, sehingga lelaki itu mengulang sampai empat kali, dan pergi mencari 4 saksi, setelah menghadap Rasul, dengan saksi-saksinya, baru Rasul bertanya, “ apa kamu tidak gila ?’. Di jawab “ tidak “. Kemudian Rasul bertanya lagi, “ apa kamu sudah pernah nikah ?. “ Dijawab “ya”, Kalau begitu, bawalah orang ini dan rajamlah “ ( HR. Bukhari ).

Mengapa Nabi membuat hukum aturan pidana yang tidak ada nash dalam Alquran? Mengapa Nabi Muhammad “melanggar” ketentuan Alquran?

???

Jawabnya adalah segala aturan (yang disertai ketentuan hukuman badan) yang tidak diatur dalam Alquran merupakan Hak seorang Pemimpin Negara (Amir/Khalifah/Presiden) dengan tujuan supaya jika aturan itu diberlakukan maka keadaan masyarakat menjadi aman sejahtera. Para bajingan akan berpikir 1,000,000 kali (bukan cuma seribu kali) sebelum melakukan kejahatan. jadi Islam bermaksud membasmi “Niat”. Asalkan tiada Niat maka meskipun ada Kesempatan tidak akan ada orang yang berani berbuat jahat.

Horor dari Hukuman Badan semisal Rajam, Potong Tangan, rupanya dipertimbangkan para pemimpin (dan psikolog) jaman Nabi dahulu bakalan memberikan efek jera, efek cegah atas segala jenis kejahatan. Dan hasilnya – sepanjang pengetahuan saya – kejadian kejahatan semasa Nabi Muhammad dan 4 khalifah bisa dikatakan ZERO CRIME.

Kalau anda protes ini dan itu bahwa hukum rajam atau hukum badan lainnya tidak manusiawi, itu karena anda berpikir layaknya seorang calon penjahat yang merasa bahwa suatu saat dapat saja anda atau anggota keluarga anda dapat saja menjadi obyek hukuman badan. Berpikirlah anda sebagai layaknya seorang penguasa negeri, bagaimana supaya negara bersatu aman tenteram sehingga pembangunan akan lancar dilakukan. Oke saya kasih contoh, di abad pertengahan biasa tuh kepala penjahat atau pemberontak digantung di tengah kota, di pinggir alun-alu atau di pintu gerbang kota. Buat apa? Supaya mengingatkan masyarakat begini neh hadiah buat penjahat.

Biarkan Aceh memilih hukum rajam untuk kaum mereka, toh anda juga cuma bengong ketika ada suatu kejadian kejahatan terjadi di sana bukan? Emang anda bisa apa? Santai saja Bos.

VIVAnews- Meski pemerintah Aceh telah menyatakan menolak Qanun Jinayat dan Acara jinayat, yang memasukan hukuman rajam bagi pelaku zina yang telah menikah, namun Dewan Perwakilan Rakyat Aceh, (DPRA) tetap mengesahkan Qanun tersebut.
Sumber VivaNews

Yang perlu diperhatikan adalah mekanisme sistem hukum rajam ini seperti penetapan saksi mata, pengakuan dan tata tertib lainnya. Enggak lucu kan kalau Hukum rajam diterapkan tapi VCD / DVD Porno Miyabi dijual bebas di Aceh. Jangan kayak MUI, bilang bunga Bank non syariah itu Riba tapi duit yang beredar di Indonesia masih pakai rupiah (dolar) tidak pakai uang emas, setiap tahun nilainya turun terus. Cape deh ….. MUI…. MUI…

Dulu saya baca di buku Al Chaidar mengenai Negara Islam Indonesia

Adanya hukum badan seperti rajam, potong tangan dalam Negara Islam ala Madinah Nabi Muhammad, maka tidak dikenal adanya penjara sekian tahun, penjara seumur hidup. Penjara adalah hal yang tidak manusiawi (nanti saya coba tulis terpisah lebih detail). Misal suami umur 30 tahun dipenjara selama berpuluh tahun, terus gimana kalau libido lagi datang, pengen ML, sodomi sesama penghuni napi sebagaimana sering dijumpai di penjara-penjara di Indonesia? Masturbasi? Panggil wanita panggilan setiap minggu? Bagaimana juga dia mencari nafkah buat keluarga? Bagaimana dia membimbing anak-anaknya? Lewat SMS Doel? Manusia adalah makhluk bebas, kenapa dikurung layaknya burung?

Kalau hukumnya hukuman badan, misal si Suami anggota DPR/bupati yang korupsi, kan “cuma” potong tangan. Setelah dikenakan hukuman tsb, namanya/kredibilitas otomatis sudah bersih kembali, kan sudah “bayar” atas perbuatannya. Dia tetap bisa mendidik anak, bisa Makan Lontong (ML), bisa gendong anak istri kemana-mana dan bisa mancing.

Saya hanya mengingatkan kita semua:

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.”(Al-Baqarah ayat 216)

Baca unek-unek saya yang lain Bos:
Menjadi Gay / Homo Akibat Sewaktu Kecil Mandi Bareng dengan Pria Dewasa
Komentar Saya Mengenai “My Hope Indonesia”? Wahai Orang Islam yang Miskin, Pindahlah ke Agama (apa saja) yang Dapat Membuat Hidupmu Sejahtera Lahir dan Batin (di Dunia)
Membuat BANK EMAS di Indonesia (Rupiah vs US Dollar!)
email “say hello” yang efektif (tips kenalan cewek & mencari jodoh)

Advertisements

3 thoughts on “Hukum Rajam tidak ada dalam AlQuran, lalu Mengapa Nabi Muhammad Pernah Memerintahkan Rajam Pelaku Zina?

  1. heruyaheru

    hukuman barbar yg tidak beradab. kuno. usang. tidak lyak diberlakukan di masa kini…

    akusuka:
    kalau anda bukan orang islam, saya maklumi. tapi kalau anda orang islam… sama saja anda melanggar syahadat anda. your prophet did it, dude! jangan memposisikan diri anda sebagai calon tertuduh. jika hukum rajam diterapkan sesuai tata tertib Nabi Muhammad, ke depan dipastikan akan terjadi zero crime.

    Reply
  2. Malia

    Setuju man, hukum rajam, penggal, potong tangan untuk meniadakan niat jahat. Tapi mesti dilihat juga dong, pemerintahan yang seperti apa yang PANTAS melakukan hukum kayak gitu. Sudah rahasia umum, departemen agama itu departemen paling korup, segala yang bau agama di Indonesia tidak lebih bersih dari yang ngaku ateis.

    Yang ditakutkan orang itu adalah fitnahnya. Ulil amri yang korup cenderung akan memfitnah dan menggunakan gaya hukum begini untuk menghilangkan nyawa lawan-lawan politiknya. Siapa yang berhak mengatakan bahwa seseorang telah berzina? Contoh kalau kasus si Antasari terjadi di Aceh, siapa yang pantas mengatakan Antasari telah berzina? Ngga ada CCTV di kamar gitu loh, Rani ngaku juga karena ditakut2in polisi! Kualitas ulil amri kita tidak mencukupi untuk melakukan hukum jadul itu.

    Yang lebih menyebalkan lagi, daerah2 korup lain yang suka bawa-bawa nama Islam bakalan tiru2, man. Itu yang paling dikhawatirkan.

    Hare gene hukum rajam, teroris yang ngaku cinta Allah dan rasulnya sampai rela mati aja sodomi, gimana dengan kualitas akhlak orang awam? Halooooooo, bangun dong man…

    —-

    gimana seh komentar di atas setuju, komentar di bawah enggak setuju … cape dech ..

    kasus sodomi bisa jadi kabar bohong yang disebar …. perlu klarifikasi pihak independen …

    when such sexual abuse happened? after join JI or before join JI?

    Reply
  3. heruyaheru

    yang namanya hukum kan bisa berubah-ubah mas. syariat juga begitu.

    AKUSUKA : kenapa harus berubah-ubah? selama hukum rajam efektif kenapa harus diubah?

    Reply

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s