Jodoh dan Soulmate

seorang teman cewek di kantor bilang ke saya bahwa jodoh beda dengan soulmate. Pasangan hidup yang kita nikahi belum tentu pasangan bagi jiwa (soulmate) kita. Soulmate buat kita belum tentu bisa hidup bersama kita dalam ikatan perkawinan karena satu dan lain hal. Soulmate, menurutnya, adalah pasangan jiwa yang mengerti diri kita. Kalau ada seorang menikah dan tidak bahagia, berarti mereka berdua bukan pasangan bukan soulmate bagi satu sama lainnya, begitulah pendapat teman saya.

Setahu saya istilah soulmate  baru akrab dikenal masyarakat akhir-akhir ini, terutama melalui majalah-majalah gaya hidup. Di jaman dahulu pada masyarakat kebanyakan punya pemikiran simple saja bahwa bahwa manusia diciptakan berpasang-pasangan.  Pria jodohnya wanita, cowok jodohnya cewek. Hawa (Eva) diciptakan sebagai jodoh bagi Adam. Perkara nantinya Hawa benar-benar akan menjadi tempat Adam untuk curhat ataupun hanya sekedar “alternatif hiburan untuk pria dewasa” tidaklah begitu dipentingkan. Raja-raja jaman dahulu pun biasa punya “istri” banyak, satu permaisuri dan dua lusin selir. Tentunya mustahil si Raja tersebut akan curhat ke setiap istrinya bukan? Jadi intinya pada jaman dahulu itu tidak begitu care dengan yang  namanya soulmate.

Nah sejak tahun 80 hingga 90-an ketika kesetaraan gender dari Barat mulai ramai dibicarakan di Indonesia, ketika mulai banyak bermunculan wania karier, maka melalui majalah, film dan media lainnya ramai membahas (atau mengarahkan?) tentang what girls wants. Wanita pun ingin bila menikah tidak lagi hidupnya hanya sekitar 3-ur, dapur-sumur-kasur, ya seperti nasib Ibu-Ibu mereka (dan Ibu-Ibu kita Man!) pada jaman 60-70 an. Jadi mulai rame tuh, apa itu fearless female, cosmo girl, wanita mandiri dan de-el-el. Kurang lebih, dalam pandangan saya, seperti kehidupan empat cewek mandiri dalam film seri sex and the city, yang penuh warna warni dan kebebasan menemukan cinta. Sayangnya film sex and the city ini beraroma kental freesex . 

Ngomong-ngomong tentang soulmate, Carrie Bradshaw dalam suatu episode Sex and The City, bilang begini: “Jangan-jangan tidak semua orang ditakdirkan punya soulmate”. Alasan ia bilang begitu adalah ia melihat banyak cewek yang sudah lewat 30 tahun (termasuk dirinya) tapi hidup sendiri gonta ganti pacar (teman hidup) namun tidak menikah. Nampaknya si pembuat film sex and the city tidak mau tahu dan mungkin juga pura-pura tidak tahu bahwa para pria bule di Amrik lebih memilih free sex atau hidup bersama tanpa menikah adalah untuk menghindari ikatan perkawinan yang dipenuhi tanggung jawab dan kewajiban ini itu kepada keluarga.

Sumber: http://jodoh.akusukablog.com/

Advertisements