Penafsiran Alternatif atas Kisah Nabi Ibrahim yang Berniat Menyembelih Ismail

Saya memberanikan diri mengoreksi kesalahpahaman penafsiran seputar ibadah Kurban (Qurban). Perintah berkurban sebenarnya telah ada sejak jaman Adam jauh sebelum masa Ibrahim, sebagaimana Alquran Surat 5 ayat 27.

“Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan kurban”

Berikut adalah kisah penyembelihan dalam QS Ash Shaaffaat 37: 103-109

Ash-Shaaffaat:101  Maka Kami beri dia khabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar [1284].

Ash-Shaaffaat:102  Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.

Ash-Shaaffaat:103  Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ).

Ash-Shaaffaat:104  Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim,

Ash-Shaaffaat:105  sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu [1285] sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

Ash-Shaaffaat:106  Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.

Ash-Shaaffaat:107  Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar [1286].

Ash-Shaaffaat:108  Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian,

Ash-Shaaffaat:109  (yaitu)”Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim”.

Kisah penyembelihan Ismail oleh ayahnya, Nabi Ibrahim, haruslah dianggap sebagai sejenis ayat kiasan / perumpamaan, jadi tidak benar-benar terjadi.

Dan sesungguhnya telah Kami buat dalam Al Quran ini segala macam perumpamaan untuk manusia,….. (QS Rum 30:58)

Hal ini dikarenakan bila peristiwa ini pernah benar-benar terjadi, ada 2 (dua)  kejanggalan, yaitu:

  1. Apabila Tuhan menguji Nabi Ibrahim dengan cara menyuruhnya menyembelih (membunuh) Ismail, bukankah ini sama saja umpamanya apabila Tuhan menguji Nabi Muhammad dengan cara menyuruhnya minum khamr (alkohol)? Membunuh manusia, minum khamr dan/atau berzina adalah merupakan jenis perbuatan yang sama yaitu perbuatan haram bukan? Bagaimana mungkin Tuhan menguji seseorang dengan sesuatu perbuatan / hal yang haram? *Saya ingat kalimat bijaksana Nabi Muhammad kurang lebih “Allah tidak menciptakan obat pada sesuatu yang haram”. Artinya ada batas jelas antara yang halal dan yang haram.
  2. Eksistansi Ismail, sang anak, sebagai hamba Tuhan yang independent ditiadakan, karena pada saat itu ia hanya diperlukan sebagai alat uji (obyek). Jadi seakan-akan Tuhan pada saat itu mengabaikan keberadaan Ismail sebagai seorang hamba selama beberapa jam. Tuhan yang aneh bukan? Bila peristiwa ini dimaksudkan juga sebagai sarana Tuhan menguji Ismail, bukankah Ismail saat itu masih seusia anak SD (belum baligh)? Kalaupun Ismail ditafsirkan sudah baligh, tetap saja peristiwa ini aneh (lihat point 1 diatas).

Rahasia Kisah penyembelihan Ismail adalah “kisah penyembelihan” ini dibuat untuk mengkritik / mengkoreksi atas kebiasan suku-suku pagan (penyembah berhala) pada masa itu yang sering menggunakan kurban darah manusia (biasanya perawan / anak-anak) kepada para dewa / berhala mereka.

Selain itu harap diingat bahwa pada saat terjadi kisah Ibrahim menyembelih Ismail tidak ada saksi mata. Jadi lebih mudah buat Nabi Ibrahim untuk mempengaruhi umat penyembah berhala, atau umat kemudian.

Nabi Ibrahim hendak menunjukan bahwa Tuhan tidak membutuhkan darah / daging manusia. Cukuplah darah / daging hewan saja. Yang Tuhan inginkan hanyalah niat baik seseorang untuk berkurban.

Kebiasaan brutal semacam dilakukan suku pagan (penyembah berhala) ini bahkan masih ada hinggga masa kalifah Umar bin Khatab, sekitar 2.000 tahun setelah masa Ibrahim, dimana suatu suku merencanakan melempar kurban gadis perawan ke sungai Nil agar airnya tidak pernah menyusut.

Sebagai tambahan dalam Alquran tidak ada cerita secara tersurat maupun tersirat tentang Ibrahim meninggalkan Siti Hajar yang saat itu masih menyusui Ismail begitu saja di suatu tempat di padang pasir. Islam tidak pernah mengajarkan seorang suami melepaskan tanggung jawabnya atas istri dan anaknya. Jadi adanya cerita asal-usul sumur Zam-Zam yang muncul karena Ismail menangis kehausan sementara Ibunya hilir mudik antara Shafa dan Marwa mencari sumber air karena air susunya kering dapat dipastikan bukanlah fakta.  

Advertisements

46 thoughts on “Penafsiran Alternatif atas Kisah Nabi Ibrahim yang Berniat Menyembelih Ismail

  1. aRuL

    blum bisa memberikan penjelasan yang rasional, trus bagaimana dengan surat Ash-Shaffat, ayat 99-113 ?

    iRW: Ayat Surat Ashshafaat sudah saya tambahkan. saya berangkat dari pemikiran, ‘masak sih, Tuhan menguji hambanya dengan sesuatu yang haram, yaitu membunuh orang?” Itu saja? Kalau menurut anda “fine”, berarti kita berbeda penafsiran mengenai Rabb kita, Tuhan yang saya pahami tidak mungkin menguji dengan sesuatu yang “melanggar hukum”.

    Coba anda bayangkan jaman sekarang ada seorang kiyai saleh yang anda kenal yang membawa anaknya mau disembelih di alun-alun dengan alasan dia mendapat mimpi semacam itu. Anda percaya dan tidak akan mencegahnya?

    Reply
  2. daeng limpo

    kok banyak lupanya sih mas….jadinya nggak komplit….correct?

    iRW: ya nama tempat safa marwah kan pelajaran SD … sekarang ya lupa-lupa ingat. Tapi sudah saya pastikan nama kedua tempat tsb.

    Reply
  3. rip14682

    MAKSOD LOE…..
    jika sebagai opini anda itu gak masalah, tapi tolong jangan menggunakan kata2x ‘kesalahpahaman’

    kurban itu ‘banyak macam’nya… OK

    iRW: kata “kesalahpahaman” sudah saya coret tuh. Kurban banyak macamnya? tolong terangkan tulisan LOE….

    Reply
  4. udienz

    masa sih???
    justru karena Nabi Ibrahim punya keistimewaan (khalilullah) maka dia di uji dedemikian beratnya bro…
    koment:
    1. ini sudah di yakini oleh beberapa ulama tersohor, bukan hanya ulama sekarang, tapi juga jaman dahulu…

    iRW:para ulama juga sepakat kan bahwa bintang adalah alat pengusir setan? silahkan baca:
    http://setanhantu.wordpress.com/2007/11/27/penafsiran-yang-keliru-atas-surat-67-ayat-5-bintangmeteor-di-langit-bukanlah-alat-pengusir-setan/

    2. perlukah saksi mata jika Allah mau menceritakan??? apa cerita Allah tentang pembentukan alam semesta perlu saksi mata??

    iRW: alam semesta kan hal yang masuk akal. kalau menyembelih anak/orang kan bukan hal yang masuk akal

    3. dalam mengartikan al-qur’a, kita tidak bisa semena2 mengartikanya dan menafsirkanya dalam bahasa indonesia bro… coba silakan artikan ayat tersebut, lengkap dengan hukum-hukum nahwu sorof nya…

    iRW: terus terang saya enggak ngerti nahwu sorof etc, jujur saja saya cuma sekolah madrasah/arab sampai kelas 3 (kalau tamat sampai kelas 6). yang saya pertanyakan kan hal sederhana, menguji hamba dengan menyuruh membunuh.

    Reply
  5. bacteria

    gendeng…

    iRW: kenapa? saya kan hanya meragukan bahwa Tuhan tidak mungkin menguji hamba dengan hal terlarang, membunuh orang! saya bingung dengan anda diskusi kok hanya menulis “gendeng” … lalu apa beda anda dengan anak SD?

    Reply
  6. izzadwje

    anda percaya alquran?
    bkankah seorang muslim selalu sami’naa wa atho’na jika al quran mensyariatkan sesuatu?
    siapa yang melihat nabi muhammad menerima wahyu pertama kali?
    (*_*)

    iRW: asal anda tahu, Dep. Agama RI telah keliru membuat penafsiran atas ayat bintang (QS 67:5) … cek di sini: http://setanhantu.wordpress.com/2007/11/27/penafsiran-yang-keliru-atas-surat-67-ayat-5-bintangmeteor-di-langit-bukanlah-alat-pengusir-setan/

    Mengenai pewahyuan ada tulisan bagus dari sudut pandang filosof, ya kapan-kapan saya kutipkan

    Reply
  7. Emanuel Setio Dewo

    Kalau di Alkitab yg akan dikorbankan adalah Ishak. BTW, Hagar & Ismael memang diusir oleh Abraham. Pada saat Ismael kehausan itulah Tuhan memberikan air dalam bentuk sumur.

    Selamat Iedul Adha.

    iRW: setahu saya di alkitab mas dewo tidak membahas mengenai sumur tsb kan?

    Reply
  8. health

    The main thing i’m enjoying while reading your blog is the way you write, you are a really charismatic person and your posts are wonderful, keep it up!

    Reply
  9. azureice

    ehm banyak yg harus gw kritik dari tulisan ini
    tapi berhubung gw lagi males ya udah deh gw biarin aja, tapi kemungkinannya kritik dari artikel ini bakal masuk blog gw nanti-nanti

    Reply
  10. Darth Spitod

    kisah Nabi Ibrahim dan Ismail a.s. kan jelas diceritakan di Ash shaafaat 100-107. tak ada kerguan pada al quran.
    Jangan bandingkan ini dengan suruh meminum alkohol, membunuh atau berzina, disini Nabi Ibrahim disuruh mengorbankan buah hatinya, sesuatu yang paling dicintainya di dunia. Ini adalah kisah cinta seseorang kepada tuhannya!
    Dan ini ujian tingkat nabi. jangan dipikir pakai logika biasa.. karena seorang amat alim pun mungkin tak sanggup melakukannya. Tapi, Allah tak akan memberikan cobaan melampaui batas hambanya.

    iRW: kenapa tidak bisa membandingkan “minum alkohol” dengan “menyembelih orang”? Tuhan tidak mungkin mengajarkan “menyembelih anak”!

    Reply
  11. daeng limpo

    Begini pak, kalau mau tahu silahkan jadi Tuhan dulu.

    iRW: Tuhan mudah dimengerti oleh Akal, karena itulah saya percaya bahwa Allah is exist.

    Reply
  12. wendy ardhira

    piye toh sampean, Tuhan kok dibilang aneh???

    iRW: tentu saja aneh, kalau dianggap Tuhan menguji hamba dengan menyuruh membunuh! Kenapa sampean menganggap peristiwa pembunuhan ini sebagai hal yang wajar?

    Reply
  13. riwuds

    = tidak percaya Isra’ Mi’raj

    Karena tidak ada saksi matanya.

    iRW: setahu saya dari dahulu, umat islam terbagi menjadi dua kelompok, ada yang percaya Nabi Isra Miraj dengan badan, kelompok lain percaya bahwa Isra Miraj adalah perjalanan ruh.

    Reply
  14. mrsyusuf

    Mau menanggapi ya Pak..
    1. Perintah untuk menyembelih Ismail ini memang ujian untuk melihat sejauh mana pengorbanan nabi Ibrahim untuk Allah SWT, yang namanya ujian pastilah sesuatu yang lebih mudah, lebih enak kalau dilakukan daripada tidak dilakukan

    iRW: saya hanya mempertanyakan kenapa Tuhan menguji hamba dengan hal yang terlarang dalam Islam.

    2. Pada kejadian ini bukan cuma Nabi Ibrahim yang dituntut pengorbanannya oleh Allah, tapi Nabi Ismail juga, dengan ikhlasnya Nabi Ismail untuk disembelih oleh ayahnya sendiri itu berarti bahwa Nabi Ismail mendukung ayahnya untuk menjalankan perintah Allah.
    Saya juga belum paham darimana kisah ini datangnya, tapi saya 100% percaya bahwa kisah ini memang ada walaupun tidak ada saksi mata..
    tanggapan ini dibuat dari hasil saya membaca dan mendengar dari berbagai sumber, jadi maaf kalau membingungkan, masih belajar soalnya..
    Salam..

    Reply
  15. ukimedia

    hanya orang yang tidak beriman kepada alkitab yang bicara kaya’ gini…

    iRW: Oke menurut anda, saya salah. Apa penjelasan anda bahwa Tuhan menggunakan hal haram untuk menguji Nabi IBrahim

    Reply
  16. cixa

    jangan selewengkan lagi Agama Islam!

    iRW: ini kan penafsiran tidak ada hubungan dengan masalah penyelewengan agama. ngerti tidak sih nih orang

    Reply
  17. wong-cilik

    terus terang ilmu agama sy ngga bagus, tp kalo mau menyimpulkan sesuatu terlebih yg berhubungan dengan agama jangan pake logika aja mas ada hal2 lain yg belum (ngga) bisa terjangkau oleh akal pikiran kita… 🙂

    iRW: itulah kesalahan umat islam. manusia diberi “akal” untuk mengerti keberadaan Tuhan.

    Reply
  18. cwankcute

    maap, klo bikin blog ttg agama tolong hati2…awalnya blog ini bikin aku bingung,tapi ya udah,mo ngritik aja sepahamku ttg blog ini

    iRW: lho saya membuat opini dan terbuka buat siapa saja untuk berdiskusi. Menurut saya A, menurut anda saya salah. Silahkan tunjukkan bagian mana yang salah.

    udah baca semua isi Al Quran? klo blom jangan nulis sembarangan…

    iRW: kayaknya baca atau belum Al Quran, tidak ada hubungan dengan topik ini. Jadi maksud anda apa?

    kisah penyembelihan Nabi Ismail sudah jelas tercantum pada surat Ash Shaafaat (surat :37) ayat 102-111,lebih tpatnya pada ayat 102

    “maka tatkala anak itu sampai ( pada umur sanggup ) berusaha bersama sama Ibrahim, Ibrahim berkata : ‘hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi, bahwa aku menyembelihmu. Maka, fikirkanlah apa pendapatmu!’ Ia menjawab: ‘ hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; Insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang orang yang sabar’

    klo mau lebh lgkp lagi, baca arti mpek 111 sendiri aja ya..

    iRW: sudah saya tambahkan kutipan ayat secara lengkap seseuai permintaan anda.

    hal itu benar2 terjadi klo situ emang beriman kepada Al Quran. Dan jangan pernah sekali2 mengatai Allah itu Tuhan yang aneh!

    iRW: saya mengatakan Tuhan aneh (dan juga anda) kalau peristiwa penyembelihan itu benar-benar terjadi

    Allah itu Tuhan,Dia berkehendak melakukan apa yang Dia mau…dan yang pasti,Nabi dan kita itu sangat berbeda,Nabi memiliki banyak kelebihan yang sangat luar biasa…jadi jgan samakan sifat Nabi dg manusia biasa seperti kita…

    iRW: Tuhan tidak akan mencampur adukan halal/haq dan haram/batil sebagaimana tertera dalam Al Quran bahwa umat islam jangan campur adukan yang hak dan batil.

    klo situ tau ttg kisah nabi2yang lainnya pasti bakal ngerasa lebih aneh lagi, ya itulah kuasa Tuhan,memberikan kelebihan kepada orang2pilihanNya,bnernya blom puas sih, ni ngedumelnya…hee ;p tp kyknya mending sampeyan baca Al Quran sendiri aj deh,disitu lbh lengkap,dan lebih jelas

    iRW: apa kira-kira jawaban anda bahwa 10 ulama terpilih dari Dep. Agama telah salah menafsirkan surat 67:5
    http://setanhantu.wordpress.com/2007/11/27/penafsiran-yang-keliru-atas-surat-67-ayat-5-bintangmeteor-di-langit-bukanlah-alat-pengusir-setan/

    klo bisa ni blog di apus nek nggak diralat lagi sblm nyiptain aliran sesat yang baru…hehehehehhe…piiiiiiiiiizz…ingat AlAshr ayat 2-3
    “Sesungguhnya manusia itu benar2 berada dlm kerugian,kecuali org2 yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nesehat menasehati supaya menetapi kebenaran” ^^

    iRW: Aliran sesat setahu saya “tidak ber Quran dan tidak sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad.” Yang saya lakukan kan cuma penafsiran suatu ayat. Ini diskusi mengenai penafsiran ayat Al Quran, kok anda seperti tidak terima. Tolong jawab mengenai pertanyaan saya atas penafsiran surat 67:5 di atas!

    Reply
  19. locklems90

    mas pesen aja…

    dalam menafsirkan Al-Quran tuh ada aturannya…

    dan aturan uang paling penting yaitu jangan melibatkan nafsu dalam menafsirkan Al-Quran…

    itu yang saya lihat dari artikel Anda..
    penafsiran tuh butuh referensi yang luar biasa banyaknya..

    Kita lihat Imam Bukhari yang dalam meneliti kebenaran suatu hadist saja sampai shlat istikharah berkali-kali….
    Bagaimana kalo Nda?…

    kayaknya yang baca ini perlu pemikiran yang kritis deh…

    iRW: penafsiran Al Quran hanya butuh satu hal “Iqra, Iqra, Iqra”. Terus ada surat / ayat AlQuran yang menyatakan “kami sudah menjadikan Al Quran ini mudah, adakah yang mau mengambil pelajaran?”

    Boleh saja solat istikharah, tapi tidak ada keharusan mengenai hal itu dalam Al Quran.

    Coba anda baca dan simak kesalahan besar sekitar 10 ulama pilihan penerjemah Alquran dari Departemen Agama RI: http://setanhantu.wordpress.com/2007/11/27/penafsiran-yang-keliru-atas-surat-67-ayat-5-bintangmeteor-di-langit-bukanlah-alat-pengusir-setan/

    Reply
  20. prawirajaya

    ini yang ngetik stresssss orangnya. salah minum obat, keselek sekarung jengkol, hehhh sadarrrrrrrrrrr

    iRW: kayaknya nih orang tidak tahu tata tertib diskusi.

    Reply
  21. ashiiqa

    Hmmmh… menurutku blog ini tu rada ga masuk akal juga. Yah, pokoknya begitu baca aku ga bisa nerima aja. Cerita anak2 Nabi Adam yg ngasih kurban itu kan bukan karena Allah emang minta pengorbanan, sebab awalnya kan mereka rebutan cewe, makanya Allah mewahyukan ke Nabi Adam agar mengambil cara yg paling baik yaitu dengan menyiapkan kurban. Kurban siapa yang diterima, berarti dia yang pantas jadi suami dari si cewe yang direbutin ini. Artinya, kurban di sini untuk kepentingan pribadi dua orang itu, bukan atas kemauan Allah.

    iRW: saya tidak menemukan Ayat Quran mengenai anak Adam rebutan cewe. Pls inform me!

    Lagian, esensi kurbannya dua anak Nabi Adam sama esensi kurban yang sekarang dilakukan Nabi Adam kan beda. Kurban itu untuk kepentingan pribadi, kurban yg sekarang kan bukan untuk kepentingan pribadi tapi nantinya daging kurban juga bakal dibagi-bagi. Trus, kalo emang Idul Adha masa sekarang merujuk ke kurban yang dilakukan anak2 Nabi Adam, jadi agak ga nyambung aja dari mana muncul ketentuan bahwa yang dikurbankan harus hewan. Masalahnya, kurbannya anak Nabi Adam kan ada yang hasil pertaniannya dia. Kalo emang merujuk ke situ, berarti boleh dong kita ngorbanin buah2an, sayur2an.. Ga harus sapi, kambing, atau unta kan? Itu yang bikin statement anda di awal tulisan ini lemah.

    iRW: tolong tunjukkan Ayat Quran bahwa Qurban Habil (dan sapa tuh satu lagi, Qabil?) adalah berupa sayur-mayur

    Kalo Idul Adha merujuk ke kisah Nabi Ibrahim yang diuji oleh Allah dengan perintah menyembelih anaknya trus anaknya ditukar sama hewan, kan lebih nyambung. Jadi bisa dibilang lebih rasional juga.

    iRW: saya kan hanya meragukan masak sih Allah SWT menguji dengan sesuatu yang dilarang Islam, membunuh orang?

    Ada beberapa yang musti anda perjelas.
    1. Statement yang mengatakan perintah Allah untuk menyembelih Ismail sama aja dengan Allah memerintahkan Nabi Muhammad untuk minum khamr itu, bisa lebih dijelasin ga? Soalnya statement itu rada ga nyambung dan blur aja buat saya.

    iRW: pls baca lagi, itu sudah jelas lah

    2. Masalah eksistensi Ismail. Allah itu kan yang punya segalanya di dunia ini, Allah mau menguji hambaNya dengan objek apapun kan terserah Dia. Kita sebagai manusia, ga ada sangkut pautnya. Apalagi kita (manusia) diciptakan Allah juga sebagai ALAT untuk memelihara dunia (baca percakapan Allah dan malaikat waktu Allah ingin menciptakan Nabi Adam). Allah malah pernah menguji Nabi Nuh, dengan menenggelamkan anak Nabi Nuh dalam banjir besar. Walau Nabi Nuh memohon pada Allah agar anaknya selamat, Allah ga mengabulkan permohonan ini. Bukankah itu menunjukkan bahwa Allah itu bebas dalam mengambil keputusan?

    iRW: Allah kan berarti Kebaikan (Allah punya 99 nama baik kan?), masa kebaikan menyuruh melakukan sesuatu yang tidak baik, membunuh (menyembelih)

    3. Tentang tidak adanya saksi mata. Hal ini bukan berarti peristiwa itu ga pernah terjadi, bukan? Contohnya, waktu Nabi Muhammad menerima wahyunya yang pertama kali. Saat itu juga ga ada saksi mata kan? Siapa yang menyaksikan Jibril menghampiri Nabi Muhammad saat itu coba? Ga ada kan? Tapi apa ya itu artinya peristiwa ini tidak terjadi? Enggak kan? Kalo peristiwa ini ga terjadi, berarti Nabi Muhammad bohong dong? Lalu siapa yang bisa menjamin bahwa peristiwa2 ini benar-benar terjadi? Iman kita. Cuma iman kita yang bisa membuat kita percaya tentang semua peristiwa ini, tanpa memperdulikan ada atau tidaknya saksi mata.

    iRW: nanti saya bahas scr lengkap mengenai isro mi’roj

    Kalo kisah Ismail (hampir) disembelih Nabi Ibrahim itu ga ada, apa itu berarti kisah hidup Nabi Ibrahim cuma bohong belaka? Kalo kisah Nabi Ibrahim (yang termasuk salah satu nabi yang amat penting di agama Islam) aja bohong, berarti sama aja dengan mengatakan ajaran Islam tuh meragukan.

    iRW: Al Quran menyatakan bahwa sebagian ayatnya adalah perumpamaan.

    Al-`Ankabuut:043 Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buat untuk manusia.

    Nah, mungkin itu sebabnya saya sebagai seorang muslim, ga setuju sama isi blog ini. Tapi yah, ini sih cuma pendapat saya. Kalo ada yang setuju ya syukur, ga ada ya udah ga apa2. Moga2 juga, perbedaan pendapat ini ga menyebabkan pertikaian.

    Reply
  22. emhade

    Saya suka cara pandang sampean yang beda dalam menafsirkan ayat ini. Memang secara metodologi tafsir klasik pasti dianggap tak sesuai.

    Bagi saya, Allah tak akan pernah kehilangan keagunganya dengan soal tafsir-menafsir yang dilakukan oleh manusia, walaupun salah. Iman bukan soal akal belaka tapi juga soal hati.

    Tapi btw, bisa nggak ya, ayat wala taqrabuzzina sampean tafsirkan sebetulnya bukan benar-benar larangan kita melakukan zina? Masak gusti Allah tega melarang hamba-hamba terkasihnya merasakan kenikmatan yang Ia sendiri berikan, zuyyina linnasi huubssahwati minnisai… al-ayah. Bukannya ini paradoksal?

    Reply
  23. riwuds

    Orang buta bicara tentang gajah. Yang pegang telinga, bilang : “Gajah itu bentuknya tipis lebar dan besar sekali”. Yang pegang ekor membantah : “Tidak ! Gajah itu kecil panjang dan bulat”. Yang pegang belalai membantah lagi : “Salah!!! Gajah itu bentuknya bulat besar panjang terus mengecil ujungnya berlobang”.

    Kalau memang mau cari kepastian dan berbicara masalah itu disini bukan tempatnya.
    Pesantren adalah tempat yang cocok. Ulama/kyai adalah pembimbingnya.

    Disini seharusnya tempat menyebar rahmat ke seluruh alam. Bukan menyebar perpecahan dan pemberontakan batin.

    Jangan sembarang memahami Qur’an, walaupun ada bagian yang bisa dipahami langsung. Tapi untuk menafsirkan perlu 15 cabang ilmu. Masing-masing cabang ilmu tidak bisa ditempuh hanya bertanya via internet atau dalam waktu 1 hari.

    maaf ya, saya punya saran kalau saudara adalah moslem, carilah kepastian pada tempatnya. Jika sudah tahu dan yakin dengan masalah itu, saya yakin anda pasti jadi pejuang Allah SWT.

    iRW: kok anda jadi ngelantur enggak jelas … tidak ada hubungan tulisan saya dengan analogi kisah gajah & orang buta. silahkan anda/guru anda share opini anda di sini kenapa Tuhan menguji hamba dengan sesuatu yang haram? ini bukan sombong/sok jago, jaman sekarang pesantren juga harus bisa blog, jangan gaptek. setahu saya orang pesantren paling juga menafsirkan “bintang sbg alat pelempar setan” kan?

    Reply
  24. mbrasan

    yang bilang kalo kisah nabi ibrahim menyembelih ismail adalah cuma kiasan adalah salah besar,kalo mau menafsirkan suatu ayat dalam Alqur’an harus ada ilmunya, kisah itu memang ada dan harus kita percaya. maksudnya kiasan adalah bahwa kisah-kisah terdahulu itu menjadi pelajaran bagi kaum sesudahnya, yaitu kaum nabi Muhammad.
    harap tulisan anda di hapus.
    kalau ndak terima kirim balesan ke alamat : bwi_fajar@yahoo.co.id

    akusuka: saya ingin tahu apa pendapat anda bahwa 10 orang ulama pilihan dari indonesia yang menerjemahkan Al Quran melakukan kesalahan besar dengan menyebut bintang sebagai alat pelempar setan. silahkan anda baca di sini: Penafsiran yang Keliru atas Surat 67 Ayat 5 (Bintang/Meteor di Langit bukanlah Alat Pengusir Setan.
    Kisah penyembelihan ismail bertentangan dengan sifat Allah Maha Adil dan Maha Penyayang. Menyembelih adalah perbuatan haram. Anda ini mengerti tidak sih? Islam tidak pernah mengajarkan umat untuk membunuh (menyembelih) orang baik yang berdosa sekalipun, apa lagi anak-anak. Ulama yang ada saat ini tidak mampu melewati keterbatasan daya pikirnya (saya tidak bermaksud sombong ya).

    Reply
  25. faizalhrh

    em…..saya salut dengan artikel punya mas,….sehingga dengannya banyak yang kasih komentar, jadi rame deh………!
    wah mas /mbak saya seh setuju – setuju aja ma pendapat mas/mbak…….
    mo tanya boleh……..?
    oke..boleh,,,,
    di ayat asshofat 102 diatas…..aku belum mudeng ma perkataan ismail yang mengatakan “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu….
    lha nabi ibrahim di perintahkan apa tho…?
    kan nabi ibrahim cuma mimpi menyembelih ismail…..
    jadi apa benar nabi ibrahim disuruh menyembelih ismail oleh Allah lewat mimpi itu?

    tolong jawabannya>>>

    akusuka:
    biar anda tidak pusing, tidak bingung, Al Quran sudah menyediakan jawaban “Dan sesungguhnya telah Kami buat dalam Al Quran ini segala macam perumpamaan untuk manusia,….. (QS Rum 30:58)”
    Biar anda tidak bingung lagi, ingat ya Al Quran (Allah) tidak pernah mengajarkan membunuh orang tidak berdosa (seperti menyembelih anak sendiri).
    sekali lagi saya tanya anda dan pembaca lainnya, ada nih seorang kiyai / ulama di kota atau kampung anda yang sangat soleh, rajin tahajud, rajin puasa daud dsb, tiba-tiba selepas sholat jumat di tengah lapangan dia mau menyembelih anaknya yang masih SD kelas 3 karena ia baru saja bermimpi spt itu (atau dapat wahyu). terus anda sebagai umat islam akan bilang “wah , allah sedang menguji hambanya?” orang islam macam apa anda ini?

    Reply
  26. faizalhrh

    oh ya mas setelah ane baca-baca lagi ternyata mas meragukan kalu Allah yang punya 99 sifat yang baik menyuruh membunuh…
    aku baca ayat alquran tentang kisah perjalanan nabi musa dengan seorang nabi(sepertinya khidir namanya) kalo ga salah dia juga disuruh membunuh seorang anak kecil yang kalo dalam sudut pandang kita sebagai manusia (masa anak kecil dibunuh), setelah ane ya merenung…. apa yang Allah kehendaki , kadang kita sebagai manusia sering menganggap yang Allah kerjakan tidak adil, baik bahkan jahat terhadap kita tapi percayalah yang Allah kehendaki pasti baik untuk hambanya……mas yakin??????
    saya sakin…….ya kalau mas ga yakin buat apa kita menyatakan 2 kalimat syahadat…..

    AKUSUKA:
    Tentu saja kisah musa adalah kisah perumpamaan. ada lagi kisah musa yang itu tuh musa bertemu Tuhan di gunung? Yang gunungnya hancur, nah saya sebagai orang islam yang tidak kekanak-kanakan seperi musa yang masih perlu bukti ingin ketemu Tuhan. Tanpa melihat Tuhan di Gunung pun saya meyakini bahwa Allah (Tuhan) itu ada. hebat mana saya atau musa?

    Reply
    1. neilhoja

      “hebat mana saya atau musa?”

      wah, Anda sedang mencoba membandingkan diri Anda dengan Nabi… 😦

      dalam Islam, ilmu itu bukan hanya dari akal.. tapi juga dari nash (al-Quran). kenapa ko bukan akal saja? karena akal itu sangat terbatas.

      coba saja, apakah anda bisa mengetahui apa yang sedang saya kerjakan sekarang? jawab saja dengan akal anda… 😀

      Reply
  27. greeneverblue

    perintah kurban memang sudah ada sejak jaman Nabi Adam a.s dan itu menjadi salah satu perintah kpd umat Islam karena sejak Adam a.s Islam (berserah diri) memang sudah ada! ga ada yg aneh!

    mengenai perintah-perintah yg kamu pikir aneh!
    kamu tau berapa luas alam semesta ? luas langit di luar bumi ? dll yg lebih besar dari kita manusia yg lemah dan rapuh dan sangat terbatas!!! BERPIKIRLAH!

    Reply
  28. niz86

    Assalamu’alaikum
    Semoga Allah melimpahkan rahmat kepadamu.
    Perintah Allah kepada Nabi Ibrahim/Abraham untuk menyembelih Anak kesayangannya itu semata-mata Allah hanya menguji sajauh mana tingkat keimanan mereka dan Allah pula sebelumnya bermaksud untuk menggantinya dengan seekor kambing dan akhirnya pisaunya tumpul lalu Malaikat Jibril/Gabriel menyampaikan perintah Allah kepada Ibrahim untuk digantikannya dengan kambing. Sungguh…Allah tidak akan benar2 menyuruh umatnya untuk membunuh anaknya, Dia hanya menguji keimanan Mereka supaya iman Ibrahim dan Anaknya menjadi contoh untuk umat sesudahnya.
    Apakah kamu mengetahui?bahwa Allah tidak akan memberikan cobaan atau ujian yg melampaui batas kemampuan hambaNya.

    Semoga Allah senantiasa memberikan hidayahNya kepada kita dan kepada hati yg belum terang. Amien

    Reply
  29. neilhoja

    untung udah punya akun di wordpress meski ga pernah dipake… 😀

    copas aja dari komentarku di p.com

    sebelumnya saya pengen tanya, ketika Anda menyatakan bahwa “Saya memberanikan diri mengoreksi kesalahpahaman penafsiran”

    apakah Anda tahu apa saja kaidah2 menafsirkan, dan syarat2 menafsirkan ayat2 al-Quran?

    tapi maaf, saya lihat.. anda cuma menggunakan al-Quran terjemah… tanpa ada pendapat otoritatif di bidangnya. bagaimana mungkin saya lebih percaya kepada ‘dokter dadakan’ (Anda) ketimbang para dokter spesialis (ulama ahli tafsir) di bidangnya (tafsir)??

    kalaulah Anda belum tahu hikmah dibalik cerita itu, lebih baik Anda baca dulu tafsirnya…

    berpendapat itu baik, tapi dalam berpendapat pun ada kaidah2nya.. apalagi ini adalah terkait disiplin ilmu. : )

    Reply

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s