Teleportasi dan Interaksi Antar Roh

Teleportasi

Membaca tulisan Edi Suparno, Teori Kuantum, Telepati dan Teleportasi, Kompas, Senin, 26 Agustus 2002, saya menemukan beberapa kekurangan dan kesalahpahaman mengenai teleportasi dan mikraj Nabi Muhammad. Seperti kita telah tahu,  suatu obyek dapat pindah / dipindahkan dari posisi A ke posisi B bila dua hal berikut diketahui: yaitu pertama jarak A ke B dan yang kedua arah dari A ke B atau arah sebaliknya. Misalnya A terletak pada jarak 100 km arah barat dari posisi B. Sekiranya ada perpindahan benda dari A sejauh 100 km, maka benda tersebut belum tentu akan sampai ke B  bila arahnya tidak ke ke timur bukan? 

Pernah di post di:   –  http://irwan.web1000.com/  pada tanggal 28 Agustus 2002,

Nah yang menarik adalah pada fenomena yang dicontohkan Edi yaitu ilusi / sulap Dedy Corbuzier. Pernah dalam suatu pertunjukan di TV si Pesulap ini  berhasil menyalurkan energi melalui media TV sehingga jam tangan beberapa penonton menjadi mati mendadak. Dengan asumsi tontonan TV diatas bukan rekayasa bukan tipuan maka kita menemukan fakta-fakta sebagai berikut jarak si Pesulap dengan penonton TV adalah berpuluh-puluh hingga ratusan km sementara si pesulap tidak tahu dimana lokasi si penonton ini secara pasti. Berdasarkan uraian saya diatas maka mustahil telah terjadi perpindahan energi karena faktor arah dan jarak tidak diketahui. Bila ini mustahil lalu mengapa jam nya bisa mati? Ada dua hipotesa untuk itu. Pertama: si Pesulap berfungsi sebagai stasiun yang memancarkan gelombang energinya ke segala arah. Sehingga jarak dan posisi penonton tidaklah penting. Tapi hipotesa ini lemah mengingat untuk memancarkan gelombang energi seperti ini – menurut saya – memerlukan kalori/tenaga  yang sangat besar, pada kenyataannya si Pesulap tidak terlihat kecapaian.  Sedangkan hipotesa kedua yang lebih masuk akal adalah sebenarnya antara Si Pesulap dengan para penonton tidak ada jarak sehingga perpindahan energi pun dapat terjadi. Keadaan ini Saya istilahkan dengan “Interaksi Antar Roh”.

Interaksi Antar Roh.

Manusia mempunyai persamaan dengan gunung, batuan, sungai dan kursi, yaitu sama-sama materi sama-sama benda yang dapat diraba dihitung dan dilihat. Yang membedakannya adalah manusia mempunyai Roh / Ruh / Ruhaniah / Jiwa sedangkan lainnya tidak. Adanya Roh inilah yang menjadikan manusia menjadi benda hidup. Lalu seperti apa sih Roh itu? Saya sendiri tidak tahu secara detail karena Roh ini sesuatu yang tidak dapat dideteksi dan tidak terlihat.  Dalam Quran surat 17:85 sendiri ditegaskan bahwa manusia tidak tahu tentang Roh kecuali sedikit.

Dan mereka berkata kepadamu tentang Roh. Katakanlah: “Roh itu termasuk urusan Tuhan ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit”.

Saya pikir tidak ada salahnya bila kita mencoba membahas pengetahuan tetang Roh yang sedikit ini selama dibatasi pada sifat-sifat Roh bukan tentang “apa materi” dari Roh. Beberapa pendekatan (asumsi) saya ajukan untuk memahami konsep Roh ini, antara lain:

  • Roh diciptakan Tuhan diluar ruang dan waktu, di luar dunia tiga dimensi tempat manusia berada atau 
  • Roh telah diciptakan Tuhan sebelum ruang dan waktu / sebelum bumi, angkasa, bintang-bintang diciptakan atau 
  • Roh merupakan bagian dari Zat Tuhan yang mana Tuhan pun telah ada sebelum ruang dan waktu / sebelum alam  semesta / sebelum bumi dan langit diciptakan. 

Sebagai konsekuensinya kepada roh pun tidak dapat dikenakan hukum ruang dan waktu. Ini berarti Roh tidak dapat ditimbang, tidak dapat dihitung, tidak punya posisi, dan pada Roh tidak dapat diterapkan prinsip mekanika atau kuantum.  Roh adalah abadi tidak akan hancur  atau dihancurkan, jasad manusia lah yang bisa hancur atau dihancurkan. Hal ini sebagaimana tersirat dalam ayat Quran surat 3:169:

Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang meninggal di jalan Allah itu mati, bahkan mereka hidup disisi Tuhan dengan mendapat rezeki – Nya..

Kembali kemasalah diatas, antara Roh Dedy dan Roh para penonton nampaknya berada dalam “ruangan” Roh yang sama, sebuah “tempat” atau dimensi dimana para Roh dapat saling terhubungkan secara cepat tanpa terpengaruh oleh hukum ruang dan waktu, energi pun dapat disalurkan tanpa menempuh jarak dan waktu. Jadi yang terjadi bukanlah teleportasi.

Untuk memperkuat pendapat diatas, saya kemukakan penafsiran atas ayat Quran surat 39:42 yang mengisyaratkan ada dua macam dimensi dimana Roh berada:

Allah memegang Jiwa (orang) ketika matinya dan Jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Allah tahan Jiwa yang telah ditentukan kematiannya dan Allah melepaskan Jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.

Penafsiran saya buat dalam bentuk gambar dibawah, dengan penjelasan sebagai berikut:: Ketika Anda hidup Roh Anda berada dalam dimensi yang sama dengan Roh orang-orang yang masih hidup lainnya. Disinilah Interaksi Antar Roh orang-orang yang masih hidup terjadi. Lalu saat Anda tidur, Roh Anda berpindah ‘tempat” ke dimensi lain bergabung dengan Roh-Roh orang-orang yang sedang tidur lainnya dan juga Roh-Roh orang-orang  yang telah meninggal. Interaksi antara Roh orang tidur dan Roh Orang mati inilah yang menyebabkan Anda mengalami mimpi, Roh Anda berjumpa dengan Roh teman, saudara, pacar atau bahkan keluarga atau teman Anda yang telah meninggal dunia. Tapi harap dicatat bila saat ini ada seseorang yang mengaku bermimpi bertemu Nabi Muhammad adalah omong kosong karena ia sebelumnya tidak pernah bertemu muka dengan Sang Nabi. Itu hanyalah imajinasi orang tersebut. Nah ketika Anda bangun tidur berarti Roh berpindah kembali ke dimensi tempat Roh orang hidup. Perpindahan ini terjadi seketika tanpa terpengaruh faktor ruang dan waktu.

Advertisements

3 thoughts on “Teleportasi dan Interaksi Antar Roh

  1. schizoparnoa

    numpang tanya ….
    kalo sering mimpi temen ‘jadul’ waktu masih muda dengan intensitas yg seringg banget itu karena halusinasinya atau memang ketemu di alam roh sana gitu, dan bisa gak diilangin, karena sangat mengganggu? terima kasih

    Reply
  2. rhonie

    ma’af atas sebagian postingan yg anda sampaikan..
    jika seseorang bermimpi bertemu dgn Nabi Muhammad SAW., maka dia memang telah bertemu dengannya..
    Krena Rasulullah SAW. sendiri bersabda, yg isi dri hadist tersebut menyatakan bahwa; jika dari golongan umatku bermimpi bertemu denganku, maka ia memang telah bertemu dganku, krena sesungguhnya setan tidak dapat menjelma menjadi diriku.

    Reply
  3. rhonie

    jangan hanya berlandas pada Al-Qur’an.. Tapi Al-Hadist / As-Sunnah juga perlu diperhatikan..
    Terimakasih 🙂

    Reply

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s