Kaitan Tuhan dengan Ruang dan Waktu (Tuhan tidak berjumlah, baik satu, tiga atau banyak)

Ruang dan waktu adalah alam semesta yang terdiri dari matahari, bintang-bintang, tanah, lautan yang dipengaruhi rotasi dan revolusi bumi (terbit dan terbenamnya matahari),  tempat manusia hidup. Sebelum matahari ada, sebelum bumi ada, sebelum langit ada, sebelum alam semesta diciptakan, Tuhan telah ada. Karena Tuhan telah ada sebelum adanya dimensi ruang dan waktu (alam semesta), maka kepada Tuhan tidak dapat dikenakan hukum / aturan ruang dan waktu yang kita kenal.

Dalam Alquran diceritakan Tuhan berada di Arasy, suatu “tempat” (dimensi). tentunya tidak terdapat di langit atau di bumi atau di antara keduanya (mungkin lebih tepat disebut bahwa Tuhan ada di alam gaib, tempat yang tidak bisa dicapai oleh manusia). Namun meskipun ada di Arasy, kekuasan (pengetahuan) Tuhan meliputi langit dan bumi, menembus masa lalu, sekarang dan masa depan serta selalu berada bersama manusia.

Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam periode, kemudian Dia berada di atas Arasy. Dia tahu apa yang masuk dan keluar dari bumi dan apa yang keluar dan turun dari langit. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan (Alquran 57:4).

Dan dialah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan singgasana-Nya di atas air (Arsyuhu alal ma’i) (Alquran 11:7)

Komentar:  meskipun disebutkan bahwa Arasy berada di atas air tentunya ini hanyalah sekedar kiasan saja dimana air adalah melambangkan sumber kehidupan.

Untuk memudahkan pemahaman, kita harus mengenal lebih lanjut apa contoh aturan ruang dan waktu. Manusia diciptakan setelah langit dan bumi tercipta dengan kata lain manusia diciptakan dalam dimensi ruang dan waktu. Karenanya kepada manusia harus dikenakan aturan ruang dan waktu yang antara lain:

  • Manusia mempunyai posisi, seperti seorang Nabi Muhammad yang saat berada di planet Bumi di kota Medinah, akan mempunyai koordinat geografis pada Lintang Utara sekian dan Bujur Timur sekian (aturan ruang),
  • Nabi Muhammad pernah hidup di Bumi selama 60 tahun an (aturan waktu).

Pertanyaan:     Bila ada pembaca yang menanyakan bagaimana mungkin suatu alam semesta yang merupakan ruang ini diciptakan tanpa memerlukan tempat atau ruang untuk menciptakannya, maka anda benar-benar termasuk orang yang kritis. Dugaan saya, sebelum alam semesta diciptakan telah diciptakan lebih dahulu suatu ruang dan waktu yang ukuran, aturan dan kondisinya berbeda dengan kondisi alam semesta ini. Seperti apakah itu? Saya tidak tahu. Yang pernah saya baca adalah penafsiran seseorang atas QS 70:4 “malaikat dan jibril naik menghadap Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun” yang menyatakan bahwa ukuran waktu di luar ruang dan waktu kehidupan manusia adalah diibaratkan satu hari disana sama dengan 50 ribu tahun di bumi. Tentunya angka 50 ribu tahun disini hanyalah perumpamaan untuk menunjukkan perbedaan ukuran saja yang berarti juga perbedaan kondisi.

Gabungan antara aturan ruang dan waktu menjadikan seorang Muhammad mempunyai berat badan, mempunyai tinggi badan dan mempunyai umur alias tidak abadi.  Dengan keterbatasan ini pula saya cenderung mengartikan isra sebagai perjalanan roh Nabi Muhammad. Kodrat manusia yang terkurung oleh ruang dan waktu mustahil melakukan perjalanan jauh dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa secepat kilat, kecuali dengan kekuatan / alat (sulthan). Mohon maaf bagi yang berbeda penafsiran tentang isra, disini saya mengabaikan campur tangan Tuhan dalam “membantu” Nabi Muhammad melakukan isra secara jasmani.

Komentar: Biasanya rekan diskusi saya selalu mengajukan kata “kun fayakun” (yang artinya jadilah maka jadilah ia) yang melambangkan kemahakuasaan Tuhan sebagai jalan keluar atas ketidakmustahilan Isra Mikraj.  Jadi selama Tuhan telah menetapkan ”jadi” maka tidak ada hal yang mustahil termasuk juga dalam hal mikraj Nabi Muhammad. Mungkin rekan tersebut lupa, bukankah Tuhan menciptakan langit dan bumi  dalam 6 (enam) masa? Kenapa tidak dengan “kun fayakun” sehingga langit dan bumi dapat diciptakan dalam sekejap? Apakah karena Tuhan tidak sanggup? Tentunya tidak demikian. Semua ketetapan Tuhan melalui proses. Mengapa? Karena demikianlah Tuhan telah menetapkan dan hal ini tidak bisa didiskusikan. Manusia bisa saja naik ke langit tapi melalui proses, antara lain proses pembuatan pesawat ulang alik, proses pengumpulan oksigen untuk digunakan dan lain-lain.

Sebaliknya kepada Tuhan tidak dapat diterapkan aturan seperti dimana kordinat geografi maupun koordinat astronomi Tuhan, berapa berat Tuhan? apa zat Tuhan? berapa umur Tuhan? berapa sih jumlah Tuhan? Pernyataan Alquran diatas bahwa Tuhan selalu menyertai manusia tidak dapat diartikan bahwa Tuhan ada dimana-mana dan berjumlah sangat banyak. Kepada Tuhan tidak bisa dikatakan jumlahnya satu, tiga, banyak atau sedikit, karena konsep jumlah adalah aturan yang hanya bisa diterapkan untuk sesuatu yang berada di dalam ruang dan waktu.

Atas dasar inilah Tuhan dalam Alquran secara bebas dapat berubah-ubah memakai kata ganti tunggal “Dia” atau kata ganti jamak “Kami”, dapat dilihat pada ayat-ayat diatas. Adapun Ayat “Allahu ahad” (Tuhan itu satu)  mempunyai maksud bahwa Tuhan  itu bukan terdiri dari beberapa wujud / fungsi yang saling terpisah semacam:

  • Lata – Uzza – Manat, atau
  • Bapa Allah – Tuhan Yesus – Roh Kudus, atau semacam
  • Brahma (mencipta) – Wisnu (memelihara) – Syiwa (merusak),

Tetapi Tuhan merupakan kesatuan utuh yang tidak dapat terpisahkan, jadi satu disini hanyalah simbol, bukan satu sebagai bilangan hitung.

Konsep Tuhan seperti diatas memang agak membingungkan kita para manusia, karena sebagai mahluk yang hidup dalam kurungan ruang dan waktu kita selalu terbiasa memandang segala sesuatu dengan ukuran ruang dan waktu pula.

Catatan:  Penjelasan yang lebih rinci mengenai kaitan Tuhan dengan ruang dan waktu dapat ditemukan dalam terjemahan buku karya Jeffrey Lang, Bahkan Malaikat pun Bertanya, Membangun Sikap Ber-Islam yang Kritis.

Advertisements

11 thoughts on “Kaitan Tuhan dengan Ruang dan Waktu (Tuhan tidak berjumlah, baik satu, tiga atau banyak)

  1. ratu

    Surat Al Ma’aarij 4: “Malaikat-malaikat dan Jibril naik menghadap Allah dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun.”

    Jika kecepatan manusia berjalan sekitar = 5 Km /jam
    Maka satu hari perjalanan bisa menempuh = 120 Km.
    Selama setahun = 120 x 365,25 = 43820 Km
    Selama 50 ribu tahun = 43820 x 50000 = 2191500000 Km
    2.191.500.000 Km (2,2 miliar Km) = 7305 detik cahaya =
    Jarak matahari ke Pluto = 5,9 miliar Km
    Jarak matahari ke Neptunus = 4,5 miliar Km
    Jarak matahari ke Uranus = 2,87 miliar Km
    Jarak matahari ke Saturnus = 1,426 miliar Km
    Jarak matahari ke Jupiter = 778 juta Km
    Jarak matahari ke Mars = 228 Km
    Jarak matahari ke bumi = 149,5 juta Km
    Jarak matahari ke Venus = 108 juta Km
    Jarak matahari ke Merkurius = 58 juta Km
    Berarti untuk jarak bumi ke Uranus sekitar 2,87 miliar Km – 149,5 juta Km = ,7205 miliar Km.
    Angka (jarak) ini paling mendekati dengan angka 2,2 miliar Km. Jadi malaikat pergi singgasana Allah yang terletak di Planet Uranus.

    sudah jelas, bego?

    IRW: Kayaknya elo RATU yang GOBLOK deh … yang sok tahu segala hal. Mana ada Tuhan punya “posisi” / kordinat? Emang Elo pikir Tuhan itu Dewa-Dewa Hindu apa? Apa yang disebut Al Quran 50 ribu tahun adalah angka kiasan/perumpamaan. Elo sendiri menulis dengan kata “jika”. Elo GOBLOK tapi PEDE ya?

    Reply
  2. antibatkislam

    tapi katany Alquran kitab yang mudah dimengerti, memberi petunjuk, kok pakai perumpamaan segala? alloh main tebak tebakan sama muhammad hahahaha

    IRW:

    Pernahkah anda membaca buku/novel yang baru bisa anda mengerti setelah anda baca lebih dari sekali? apa komentar anda? kemungkinan anda akan bilang “wah hebat sekali penulis/pembuatnyanya”. nah kira-kira spt itulah Al Quran, semakin tinggi pengetahuan anda, semakin banyak hal-hal baru yang akan anda temui jika anda “membaca’ Al Quran. muhammad itu orang pandai, ahli strategi, spt juga Musa dan Yesus. anda “meremehkan” muhammad, karena “pengetahuan” anda masih kurang

    Reply
  3. warnetubuntu

    *ngakak liat komen yg diatas*… cuman mo ngingetin :
    “Never argue with an idiot. They drag you down to their level, then beat you with experience.” —Dilbert

    btw, Untuk masalah Tuhan.. hmm, saya kok merasa Tuhan itu emang ga perlu dibahas ya.. cuman perlu di imani saja.. sebab, semakin kita membahas Tuhan.. maka akan semakin banyak terbentur pada paradox2.. seperti yg pernah dibahas ibnu rushdi seorang filosof islam abad pertengahan.. Jika Tuhan maha segalanya.. apakah Tuhan mampu membuat batu yg dia sendiri tidak kuat mengangkatnya? 😀

    Reply
  4. fahmi alkaf

    Untuk membicarakan masalah dimensi waktu janganlah buru-buru dikaitkan dengan Tuhan, Yang mencipta segalanya termasuk ruang dan waktu. Coba kita pahami dulu arti dimensi ruang dan waktu itu sendiri. Bagi anda yang pernah belajar /membaca teori relativitas Einstein mungkin dapat memahami mengapa ada dimensi lain selain ruang dan waktu. Sederhananya adalah seperti ini; Bila ada satu benda, misal kereta api, yang bergerak dengan laju yang semakin cepat dan anda berada di dalamnya bisa mondar-mandir dgn berjalan tetapi bila dilihat dari orang yang ada di luar anda bergerak dengan cepat. Postulat Einstein mengatakan bahwa apabila kereta api itu bergerak mulai melebihi kecepatan cahaya maka waktu di dalam kereta api itupun mengalami pergeseran menjadi lebih lambat atau mengalami dilatasi waktu dengan artian anda yang berada di dalam akan menjadi lebih lambat tua, begitu seterusnya semakin cepat gerak kereta api itu semakin lambat penambahan usia anda. Itulah yang disebut dengan ‘kerangka inersia’. kita sekarang berada dalam kerangka inersia Newtonian artinya dimana hukum-hukum newton masih berlaku, namun ada makhluq lain yang kereta/kerangka inersianya bergerak lebih cepat dari kerangka inersia kita dia mengalami kelambatan penambahan usia, itulah mungkin mengapa para hantu, ruh, dan malaikat punya usia yang lebih dari manusia karena kerangka inersianya berbeda dengan kita, lebih cepat dan semakin cepat cenderung semangkit awet muda begitu seterusnya sampai menjadi satu paradoks semakin cepat akhirnya malah berhenti /tidak mengalami penambahan usia alias tidak lagi terpengaruh oleh dimensi ruang dan waktu. Tapi jangan buru-buru menyimpulkan bahwah itulah kerangka inersia Tuhan, tidak, karena mustahil itu bagi Pencipta segalanya.
    Selain itu ada lagi paradoks lain dari Einstein bahwa apabila benda (baca massa) bergerak melebihi kecepatan cahaya maka ia akan berubah/hancur lebur secara fisik menjadi enersi yang dahsyat, Rumusannya E=mc2, oleh karena itu ada ilmuan yang berusaha mengamati sifat partikel cahaya dengan kesimpulan yang berbeda karena asumsi yang dipakai berbeda; yang pertama mengasumsikan partikel cahaya sebagai gelombang (enersi), yang lain mengasumsikan partikel tersebut sebagai masa-masa kecil yang disebut foton, karena alat yang digunakan untuk uji laboratorium adalah cahaya maka terjadi perbedaan hasil/kesimpulan akhir. Jadi bisa jadi dua kejadian yang berbeda atau bahkan lebih dapat merupakan sebuah jawaban bagii satu persoalan/masalah.
    Jadi terburu menyimpulkan sesuatu secara logis tanpa memahami logika orang lain apalagi logika Tuhan, kecuali kalau anda memang menutup diri untuk mengembangkan potensi logis anda sendiri, karena logika manusia itupun relative sebagaimana relativitas ruang dan waktu apakah anda mau melaju dengan logika yang lebih cepat atau semakin lambat itu terserah pilihan masing-masing. Begitulah manusia di ciptakan dengan perangkat bebas memilih mau jadi apa.

    IRW: wah ini kejauhan…. maksud saya begini kenapa di Al Quran Tuhan gonta ganti pakai kata “Aku” dan “Kami”. Kalau Tuhan tunggal kenapa pakai kata “Kami”. nah makanya saya tulis Tuhan itu bukan “benda” bukan “makhluk” jadi tidak ada yang namanya jumlah Tuhan. Nyambung tidak ya?

    Reply
  5. warnetubuntu

    cuman mau sedikit mengoreksi mas fahmi.. setahu saya.. tidak ada suatu benda yang berkecepatan melebihi cahaya.. sebab cahanya adalah acuan mutlak bagi setiap pengamat… (postulat kedua einstein)
    Second postulate – Invariance of c – The speed of light in a vacuum is a universal constant, c, which is independent of the motion of the light source.
    http://en.wikipedia.org/wiki/Special_relativity

    Reply
  6. fahmi alkaf

    Anda benar,memang belum ada materi yang bergerak dengan kecepatan melebihi cahaya karena dia akan hancur menjadi enersi, maka itu teori dilatasi waktunya Einstein berupa postulat yang secara empirik sulit dibuktikan, sehingga beberapa ilmuwan yang melakukan pengujian yang berkaitan dengan kuantum atau partikel-partikel cahaya akan mengalami paradoks seperti itu. Namun untuk menjelaskan kerangka inersia hal itu dapat menjawab teka-teki paradoks yang ada. Pernah ada yang menganalisa perjalanan Isro’ dan Mi’roj Nabi Muhamad dalam sehari semalam dengan menunggang bouraq merupakan bentuk perjalan fisik yang menembus kerangka inersia yang lebih tinggi, kalau kita bertanya adakah sesuatu medan yang tidak bergantung dengan waktu, jawabanya ada misalnya medan gaya tarik menarik antar benda palanet, yang langsung terjadi dengan kehadiran benda lawannya, nah apabila kita dapat menembus atau ‘mengendarai’ medan tsb maka kita bisa bebas dari pengaruh waktu, atau dengan cara seperti di film startrek tubuh/masa di ubah menjadi enersi cahaya dan wusss bisa langsung nyampe ketempat tujuan????? wallahua’lam

    Reply
  7. warnetubuntu

    …. materi yang bergerak dengan kecepatan melebihi cahaya karena dia akan hancur menjadi enersi.

    banyak orang yg ‘salah paham’ dengan konsep relativitas einstein dengan mengatakan benda akan hancur jika memiliki kecepatan cahaya.. padalah yg benar (menurut teori aslinya ya), benda tersebut tidak hancur, tetapi semakin sebuah benda memiliki kecepatan mendekati cahaya.. maka waktunya akan molor secara tak terhingga.. dan massanya akan membesar secara tak terhingga pula.. akhirnya, bagaimanapun juga si benda tidak akan bisa menembus ‘level’ kecepatan cahaya.. (setidaknya ini yg saya pahami 🙂 , btw, kebetulan saya dulu kuliah di jurusan fisika.. yg perlu satu tahun untuk mengerti jalan pikiran einstein yg mengagumkan itu)
    Konsep relativitas einstein memang sangat kontra intuisi.. karena memang sangat ‘tidak masuk akal’
    btw, untuk rumus E=MC2 yg terkenal itu.. sebenarnya rumus tersebut, digunakan untuk perhitungan mass defect sebuah reaksi fusi dan fisi atom..

    Postulat einstein sudah dibuktikan secara empirik kok… http://www.sciencedaily.com/releases/2006/09/060914094623.htm

    untuk perjalanan isra’ mi’raj.. sekali lagi.. karena ‘domain’ nya sudah beda.. saya hanya mengimani tanpa menganalisa.. apalagi kalau Tuhan sudah berkehendak 🙂

    … jawabanya ada misalnya medan gaya tarik menarik antar benda palanet.

    Einstein adalah seorang pemikir yg ‘out of the box’, alih2 menurut newton medan gravitasi adalah sebuah gaya, Einstein ini berpikiran lain.. dia berpikiran bahwa medan gravitasi adalah sebuah ruang-waktu yg melengkung.. (konsep general relativity)

    film startrek tubuh/masa di ubah menjadi enersi cahaya dan wusss bisa langsung nyampe ketempat tujuan????? wallahua’lam

    sampai saat ini konsep teleport-pun, masih sesuai dengan kaidah postulat relativitas einstein, jika mas fahmi ingin lebih jelas tentang quantum teleportation yg merupakan ide dasar film star-trek.. ini linknya
    http://en.wikipedia.org/wiki/Quantum_teleportation

    btw, saya diskusi ini sama sekali tidak bertujuan untuk menyalahkan, tetapi untuk saling menambah ilmu.. mohon maaf jika mas fahmi tidak berkenan dengan koreksi saya.. tetapi sebaliknya.. silahkan pemahaman saya ini dikoreksi jika ada yg salah..

    untuk mas IRW, mohon maaf jika bahasannya tambah OOT..

    IRW: ops jangan salah, mas… saya sangat welcome dgn segala perbedaan. siapa tahu justru bikin pengetahuan saya tambah banyak.

    Reply
  8. warnetubuntu

    biar gak oot.. Tuhan hanya bisa didekati dengan analogi2.. saya suka dengan analagi penulis novel.. misalnya Tuhan adalah penulis novel.. maka ‘domain’ Tuhan (pencipta novel) dengan domain tokoh dalam novel(ciptaan) itu berbeda, seorang penulis bisa melakukan apa saja dengan barang ciptaannya.. dia bisa menulis endingnya dulu.. kemudian bisa merubah2 beberapa peristiwa yg tidak diharapkan.. dia bisa meloncat2 dari satu waktu ke waktu yg lain dll… kira2 nyambung gak ya.. 😀

    Reply
  9. fahmi alkaf

    Termakasih infonya mas warnetubuntu, terutama yang berkaitan dengan pembuktian relativitas. Yang satunya terlalu teknis saya tdak bisa memahami ada schrodinger segala, kalo bisa tolong di sederhanakan spy bisa di mengerti. Tks

    Reply

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s